Tampilkan postingan dengan label Hama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hama. Tampilkan semua postingan

19 April 2011

Perkembangan ulat bulu di Jombang Jatim mempunyai ukuran lebih besar

ulat-bulu-di-jombang-ukurannya-lebih-besar

JOMBANG- Serbuan hama ulat bulu masih terus terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meski pembasmian semakin gencar dilakukan.

Bahkan meski ulat yang lama telah dibasmi, namun ulat-ulat yang tampak hari ini ukurannya jauh lebih besar hingga melebihi jari orang dewasa.

Kepanikan datangnya ulat bulu besar ini setidaknya dirasakan warga di Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Warga merasa resah dan jijik dengan kehadiran ulat-ulat bulu jumbo tersebut. Di beberapa pohon, ulat-ulat itu tampak bergerombol dalam satu kelompok.

Warga menduga, ulat-ulat tersebut adalah ulat-ulat yang tidak mati meski telah disemprot insektisida. Terbukti, selain ukurannya membesar, sebagian ulat juga sudah menjadi kepompong.

Warga berharap dinas pertanian segera turun tangan karena ulat yang berukuran besar-besar ini lebih membuat gatal dan menjijikkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Suhardi, menjelaskan ulat-ulat yang ada di Desa Alang-Alang Caruban bukan tergolong ulat baru.

Menurutnya, mewabahnya hama ulat bulu saat ini disebabkan semakin berkurangnya predator pemakan ulat.

Serbuan ulat kini telah menjamah 6 kecamatan di Jombang, yakni Kecamatan Ngusikan, Diwek, Jogoroto, Tembelang, Ngoro dan Jombang Kota. Karena itu, Suhardi berjanji akan terus melakukan pembasmian.

Penyebaran hama bulu yang terus meluas, jelas Suhardi, juga disebabkan siklus penyebaran ulat bulu merupakan kali pertama terjadi di Jombang. “Jadi jika kita basmi maka hama ulat bulu tidak akan semakin meluas,” sebutnya.


sumber:okezone

13 April 2011

Beberapa cara untuk menghindari dan mengobati serangan ulat bulu



Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan ulat bulu, seperti dilansir Ehow, Rabu (13/4/2011):

1. Menyemprotkan insektisida di pagi hari
Menyemprotkan langsung insektisida pada sarangnya di dedaunan dan tanaman mampu mengontrol serangan ulat bulu dengan cepat. Pagi hari adalah waktu yang terbaik, saat ulat-ulat berjemur di bawah sinar matahari.

2. Gunakan Bacillus thuringiensis (Bt)
Bacillus thuringiensis adalah pestisida alami berupa bakteri yang tergolong patogen fakultatif dan dapat hidup di daun tanaman maupun pada tanah. Bakteri ini bisa menghasilkan protein yang bersifat toksin (racun) sehingga bisa mematikan serangga. Jenis pengendalian ini dirancang tidak hanya untuk mengendalikan ulat tetapi juga akan mematikan ulat.

3. Buang daun yang menjadi sarang telur ulat
Telur ulat akan terlihat jelas pada dedaunan. Jika Anda menemukannya, buang atau kubur daun yang berisi telur ulat tersebut ke tanah. Sebaiknya dilakukan di pagi atau sore hari, yaitu ketika sebagian ulat masih berada di sarang. Pastikan untuk menggunakan sarung tangan untuk menghindari terkena bulu ulat yang beracun.

Namun bila Anda terlanjur menyentuh atau terkena ulat bulu, maka segera lakukan tindakan pengobatan seperti berikut ini:

1. Hilangkan bulu ulat yang melekat di kulit
Hilangkan bulu ulat uang menempel pada kulit dengan menggunakan kertas, sarung tangan atau selotip. Hilangkan bulu-bulu tersebut secepat mungkin sebelum menyebar ke bagian tubuh lain.

2. Cuci bagian yang terkena bulu
Gunakan air panas atau cuci dengan air dan sabun untuk membantu menghilangkan racun ulat bulu yang tersisa.

3. Usap dengan garam
Usapkan garam dan gosokkan selama 5 menit pada daerah yang terkena bulu untuk menghilangkan sisa bulu dan racun yang tidak hilang saat dicuci.

4. Gunakan minyak kelapa atau batu es
Gunakan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) atau batu es untuk membantu mengobati pembengkakan dan nyeri akibat racun ulat bulu. Bila reaksi pembengkakan berlanjut, segera hubungi dokter karena hal ini bisa menjadi reaksi alergi yang serius.

5. Jangan digaruk
Tahan keinginan untuk menggaruk daerah kulit yang gatal akibat racun ulat bulu. Hal ini bisa menimbulkan luka yang bisa menyebabkan infeksi pada kulit. Sebaiknya gunakan krim atau lotion yang bisa mengurangi reaksi gatal karena gigitan serangga.

Ribuan ulat bulu mulai menyerang jakarta



Jakarta - Ribuan ulat bulu ditemukan di puluhan pohon cemara di Kelurahan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. Namun ulat bulu ini tidak sama dengan wabah ulat bulu yang melanda Probolinggo, Jawa Timur.

"Ini tidak sama seperti yang di Jawa itu," ujar Kepala Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Barat, Bambang Wisanggeni, kepada detikcom, Rabu (13/4/2011).

Fenomena ulat bulu ini, bahkan sudah diteliti sejak tahun 2007 dan 2008. "Jadi ini bukan tiba-tiba datang," jelasnya.

Cepatnya populasi ulat bulu di kawasan ini, imbuh Bambang, karena berkurangnya burung dan semut cangkrang yang selama ini memakan ulat bulu. Akibatnya populasi ulat bulu pun meningkat pesat.

"Ini fenomena alam, dia (ulat bulu) nggak punya lagi predator," kata Bambang.

Meski demikian, Bambang meminta masyarakat tidak usah khawatir dengan kondisi ini karena pihaknya sudah turun tangan.

Ukuran ulat bulu yang ada di Tanjung Duren seukuran jari kelingking orang dewasa. Ulat bulu ini terlihat di sekitar 30 pohon cemara yang masing-masing setinggi 10 meter milik Sudin Pertamanan Jakarta Barat. Letak pohon ini berada di sepanjang bantaran Kali Sekretaris.

Setiap batang pohon cemara biasanya dihinggapi sedikitnya 60 ulat bulu. Jika dikalikan dengan jumlah pohon cemara, total ulat bulu di kawasan ini saja mencapai 1.800.

Ulat bulu menjadi masalah di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti di Probolinggo dan Jombang Jawa Timur, serta Kendal, Jawa Barat. Warga sejumlah daerah di Pulau Jawa melaporkan ulat bulu yang menyerang pepohonan. Tidak hanya itu, ulat bulu pun masuk ke rumah warga. Akibatnya sejumlah warga pun resah


sumber:detiknews

Download mp3,lirik lagu

online