09 April 2012

Nawu Sendang Seliran Kotagede Yogyakarta 2012




Ritual Nawu Sendang Seliran Kotagede Yogyakarta kembali di gelar pada hari Minggu (8/4/12).
Kirab budaya Ambengan Agung Gunungan kuliner di arak oleh ratusan abdi dalem dari kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta dari balai desa Jagalan menuju Masjid besar Mataram Kotagede Yogyakarta.Kirab budaya juga di ikuti Para Bergodo (prajurit)yang membawa jodhang (miniatur Masjid besar Mataram).
Kirab budaya juga diikuti oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Kasultanan Palembang.
Di halaman Masjid Kotagede, diadakan acara serah terima ambengan dan jodhang dari Pengageng Keraton yang bertugas di Kotagede sebagai juru
kunci makam, kepada Lurah Jagalan. Kemudian diserahkan kepada Rois Penghulu Masjid Mataram untuk didoakan. Gunungan berisi hasil bumi dan makanan tradisional seperti kipo, banjar, yangko, dan roti kembang waru lalu dimakan bersama-sama.
Setelah itu, diadakan Ritual Nawu Sendang Seliran atau menguras air sendang di kawasan cagar budaya Makam Raja Mataram Kotagede. Di serambi masjid, sebuah siwur atau alat pengambil air dimasukkan ke dalam jodhang. Dengan disertai pembacaan shalawat, para abdi dalem berjalan ke Sendang Selirang. Di sendang, para abdi dalem mengambil
air secara simbolik dan dimasukkan ke dalam kendi yang kemudian dibawa dengan jodhang yang dipikul.

Sesepuh kawasan Kotagede Mas Penewu Joyo Permono yang juga Lurah Desa Jagalan Kotagede menerangkan kirab ini digelar sebagai penggambaran bersatunya kraton dengan masyarakat serta manunggalnya ulama dan umaro (pemimpin). Karena itu, warga dilibatkan dengan berperan sebagai prajurit Kraton dan penghargaan kepada Kraton Mataram Islam waktu itu.

"Ritual ini menggambarkan sejarah masuknya Islam di Kerajaan Mataram Kotagede. Saat itu, Sunan Kalijaga memberikan pelajaran pada pengikutnya, air itu harus bersih. Karena itu pada zaman dulu, sebelum ada tempat wudhu, masyarakat selalu membersihkan kakinya di depan pintu masuk masjid," ujarnya.

Prinsip serupa, kata Mas Penewu Joyo berlaku dalam ritual menguras sendang. Sendang merupakan tempat kegiatan manusia membersihkan diri, mulai dari mandi, cuci hingga kakus. "Ini hanya simbol kebersihan. Sebenarnya acara
menguras sudah dilakukan lama. Tapi baru empat tahun ini diangkat jadi acara budaya tahunan," pungkasnya.
Diakui, kegiatan membersihkan (nawu) dua sendang Seliran itu sudah dilakukan masyarakat setiap tahun. Hanya saja, prosesi itu tidak dikemas dalam bentuk acara budaya. ''Jadi ini sama sekali tidak mendekatkan hal-hal mistis maupun syirik yang dikhawatirkan banyak pihak. Kami tahu Kotagede sangat erat dengan hal-hal bersifat relijius melalui Muhammadiyah,'' ucap Ketua Panitia Gelar Wisata Budaya dan Kuliner Kotagede tersebut.

Loading...

2 comments:

Posting Komentar

Komentar tanpa moderasi,dan blog ini Do Follow blog
Silahkan komentar

Download mp3,lirik lagu

online