12 Juli 2011

Terapi telanjang ala psikolog di Amerika



Psikolog ini yakin bahwa dengan
bertelanjang diri di depan pasiennya ia ingin menunjukkan ke mereka
bahwa tidak ada yang disembunyikan dari dirinya


Ada cara mengorek keterangan dari pria tentang perasaan yang bergejolak
di dalam diri mereka. Namun, seorang psikolog cantik berusia 24 tahun
ini mempunyai cara tersendiri untuk melakukannya, yaitu dengan
telanjang.


Sarah White mencoba cara
mendapatkan keterangan dari pasiennya di New York dengan terobosan
terapi yang benar-benar unik. Dengan melepaskan satu per satu pakaian
yang dikenakannya selama sesi konseling, White yakin tindakannya ini
dapat mencairkan ketertutupan sikap dari pasiennya.


"Saya sengaja melakukannya
justru untuk mengendalikan diri para pasien saya itu. Tujuannya saya
telanjang di depan mereka adalah agar mereka memahami diri dan
lingkungan mereka secara lebih baik sehingga mereka bisa mendapatkan
kekuatan dari kenikmatan yang timbul dari diri mereka dan kekuatan itu
diharapkan tidak hanya muncul selama sesi terapi tetapi juga
sesudahnya," ujar White.


Sesi awal konsultasi yang
ditawarkan melalui komunikasi satu arah di web cam dan pesan SMS
dikenakan biaya 150 dollar AS. Begitu White yang telah memiliki sekitar
30 pasien mengenal mereka secara lebih jauh maka ia menawarkan
komunikasi dua arah melalui video Skype dan bahkan, untuk beberapa
kasus, melalui konsultasi secara langsung.


Pendekatan terapi sambil
telanjang yang diterapkan White ini tentu saja memikat kliennya yang
sebagian besar adalah pria. Salah satu latarbelakang dari diterapkannya
pendekatan ini adalah karena White merasa ada yang tindakan yang kurang
dan tidak berinspirasi dalam teknik konsultasi dari studi strata-1
psikologi yang pernah didalaminya.


Lewat penuturannya ke New York
Daily News, White menilai teknik yang dijalankannya telah memberikan
dorongan minat lebih besar pada kaum pria yang cenderung kurang tergerak
apabila dibandingkan kaum perempuan dalam berkonsultasi. "Saya melihat
ada yang kurang dari teknik terapi klasik yang cenderung represif
ketimbang mendorong orang lain untuk bersikap terbuka."


"Tujuannya adalah memperlihatkan
kepada pasien bahwa tidak ada yang disembunyikan dari diri saya dan
mendorong mereka untuk bersikap lebih jujur. Bagi pria tertentu, melihat
sosok wanita telanjang justru dapat membantu mereka memfokuskan
perhatian serta melihat diri mereka secara lebih luas selain membantu
mereka menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka secara terbuka,"
tambah wanita yang berasal dari Upper West Side ini.


"Freud menerapkan asosiasi
bebas. Saya memilih untuk telanjang," jelas White untuk membandingkan
teknik konsultasi yang ditawarkannya dengan teknik klasik dari Sigmund
Freud.


Tentu saja teknik terapi yang
diterapkan White juga disambut suara penentangan. Diana Kirschner,
psikolog klinis di New York, menjelaskan: "White hanya menggunakan
terapi kata-kata tetapi saya tidak menganggap ini sebagai terapi. Saya
menilai pendekatannya itu sebagai pelayanan interaktif pornografi
melalui internet."


Interaksi bernuansa seks antara
pasien dan ahli terapi merupakan pelanggaran besar kode etik berdasarkan
ketetapan yang dikeluarkan oleh American Psychoanalytic Association.
Bahkan kontak fisik saja sudah dianggap sebagai pelanggaran kode etik
profesi.


Namun, White menekankan tidak
terjadi kontak fisik dalam terapi yang ditawarkannya. "Saya tidak
menjalin hubungan intim dengan pasien saya."


Anda pasti berminat........


Sumber : Tempo

Loading...

0 comments:

Posting Komentar

Komentar tanpa moderasi,dan blog ini Do Follow blog
Silahkan komentar

Download mp3,lirik lagu

online